468x60 Ads

Demo image Demo image Demo image Demo image Demo image >

PEMANTAUAN PENERIMAAN

0 komentar

Berdasarkan Surat Direktur Jendral Pajak, nomor  S - 230/PJ.41/2004
Pengamanan Penerimaan Wajibn Pajak atau Intensifikasi penerimaan dapat dilakukan melalui melalui :
a.       Pemantauan atas WP-WP Orang Pribadi sebagai Public Figure misalnya calon Presiden/Wakil Presiden, Menteri, Gubernur, Walikota/Bupati, anggota DPR/DPRD, dan lain sebagainya dengan memperhatikan ketentuan yang berlaku.
b.      Pemantauan dan pengawasan terhadap WP-WP Orang Pribadi sebagai berikut :
·         Orang Pribadi yang mengadakan acara-acara/kegiatan yang termasuk mewah seperti pesta-pesta pernikahan yang dilakukan digedung/tempat mewah seperti hotel, balai sidang, auditorium dan lain sebagainya;
·         member/keanggotaan golf;
·         Pemilik rumah mewah/vila mewah/kondominium/apartemen. Untuk itu diinstruksikan para Kepala KPP agar berkoordinasi dengan KPPBB di wilayahnya masing-masing untuk mendapatkan data yang berkaitan dengan hal tersebut terutama dengan menceknya  dalam buku 3, 4, dan 5;
·         Dokter yang melakukan praktek di rumah atau memiliki tempat praktek sendiri;
·         Pemilik mobil mewah & motor besar;
·         Orang pribadi yang membayar tagihan telepon di atas Rp. 1.000.000,00 (satu juta rupiah) sebulan;
·         Orang Pribadi yang berlangganan listrik dengan daya di atas 3,5 kVA;

c.       Peningkatan pengawasan angsuran masa PPh Pasal 25 bagi Wajib Pajak yang angsurannya termasuk kecil tetapi potensial dan dalam dua tahun terakhir ini tidak mengalami kenaikan yang berarti. Terhadap WP tersebut agar diteliti kewajaran pembayaran pajaknya, menindaklanjuti dengan  himbauan agar menyetor pajaknya sesuai kewajaran, dan/atau penerbitan STP sesuai ketentuan yang berlaku.

d.      Pengawasan terhadap Wajib Pajak Orang Pribadi Pengusaha Tertentu khususnya terhadap WP OPPT yang potensial, dan bagi WP yang tidak/belum/kurang setor PPh Pasal 25 agar dihimbau untuk segera setor dan/atau diterbitkan STP sesuai ketentuan yang berlaku.

e.       Melakukan himbauan terhadap WP Orang Pribadi yang termasuk dalam daftar Wajib Pajak Besar yang tidak/belum/kurang menyetor PPh Pasal 25 agar segera menyetor dan/atau menerbitkan STP sesuai ketentuan yang berlaku.

Laporan Penerimaan Pajak

0 komentar

MEMUTUSKAN :
Menetapkan :
KEPUTUSAN DIREKTUR JENDERAL PAJAK TENTANG LAPORAN PENERIMAAN PAJAK (LPP).
Pasal 1
(1) Laporan Penerimaan Pajak (LPP) merupakan cetakan komputer sebagai hasil perekaman Surat
Setoran Pajak lembar ke-2, terdiri dari LPP Induk dengan 4 (empat) lampiran yaitu lampiran 1 adalah
SPMKP/SPMIB yang Telah Diuangkan, lampiran 2 adalah Rincian per Jenis Setoran Pajak, lampiran 3
adalah Penerimaan Pajak per Sektor Usaha, dan lampiran 4 adalah Penerimaan PPh Orang Pribadi dan
PPh Pasal 21 per Wilayah Otonomi Daerah.
(2) LPP Induk merupakan laporan penerimaan pajak per Mata Anggaran Penerimaan (MAP)/Jenis Pajak,
dikelompokkan dalam : PPh Non Migas, PPh Migas, PPN, PPn BM, Pendapatan Atas Pajak Lainnya, dan
Macam-macam Perhitungan.
(3) Lampiran 1 merupakan laporan realisasi pengembalian pajak/restitusi per jenis pajak dan realisasi
pemberian imbalan bunga.
(4) Lampiran 2 merupakan laporan penerimaan per jenis setoran, dikelompokkan per MAP.
(5) Lampiran 3 merupakan laporan penerimaan sektoral, dikelompokkan berdasarkan Klasifikasi
Lapangan Usaha.
(6) ......................... pada ayat (1) adalah sebagaimana ditetapkan dalam lampiran Keputusan Direktur
Jenderal Pajak ini.
Pasal 2
(1) LPP dibuat oleh Kantor Pelayanan Pajak untuk melaporkan jumlah penerimaan pajak setiap bulan
dalam tahun anggaran berjalan, yang harus disampaikan ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak
atasannya paling lambat pada tanggal 20 (dua puluh) setelah akhir bulan laporan.
(2) Apabila tanggal penyampaian ke Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud
dalam ayat (1) jatuh pada hari libur, maka LPP harus disampaikan paling lambat pada hari kerja
sebelum tanggal 20 (dua puluh) setelah akhir bulan laporan.
(3) Berdasarkan LPP sebagaimana dimaksud dalam ayat (1), Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pajak
membuat LPP wilayah kerjanya dengan menggunakan aplikasi Sistem Informasi Perpajakan (SIP)
serta menyampaikannya ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak c.q. Direktorat Perencanaan,
Potensi, dan Sistem Perpajakan paling lambat pada tanggal 25 (dua puluh lima) setelah akhir bulan
laporan.
(4) Apabila tanggal penyampaian ke Kantor Pusat Direktorat Jenderal Pajak sebagaimana dimaksud
dalam ayat (3) jatuh pada hari libur, maka LPP harus disampaikan paling lambat pada hari kerja
sebelum tanggal 25 (dua puluh lima) setelah akhir bulan laporan.
Pasal 3
Tembusan LPP Induk dan Lampiran 1 sebanyak tiga bulan laporan dalam triwulan yang dilaporkan, dikirim
langsung kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BEPEKA).
Pasal 4
Pada saat Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku, maka Keputusan Direktur Jenderal Pajak
Nomor : KEP-54/PJ/1998 tentang Penyempurnaan Bentuk Laporan Penerimaan Pajak (LPP), dinyatakan
tidak berlaku lagi.
Pasal 5
Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini mulai berlaku pada tanggal ditetapkan.
Agar setiap orang mengetahuinya, memerintahkan pengumuman Keputusan Direktur Jenderal Pajak ini
dengan penempatannya dalam Berita Negara Republik Indonesia.
Ditetapkan di Jakarta
pada tanggal 22 Februari 2001
DIREKTUR JENDERAL,
ttd.
HADI POERNOMO
NIP 060027375

Proses Bisnis Utama di DJP

0 komentar

Tata Cara Penyelesaian Pencabutan PKP

0 komentar

 A. Syarat :
Wajib pajak mengisi formulir dan melampirkan :
1. Fotokopi akte pembubaran dan neraca likuidasi bagi WP badan yang telah dibubarkan
2. Fotokopi pencabutan surat persetujuan BKPM (untuk WP PMA)
3. Foto kopi Exit Permit Only (EPO) bagi WP OP WNA
4. Surat pernyataan berakhirnya kegiatan usaha
5. Surat keterangan meninggal dari pihak berwenang
6. Bukti pelunasan utang pajak
7. Asli surat kuasa (bila diwakili kuasa)
8. Fotokopi KTP pemegang kuasa



B.  Tata Cara Penyelesaian Pencabutan PKP 

1.9.1.  Wajib  Pajak mengajukan  berkas  pencabutan  Pengukuhan  Pengusaha  Kena  Pajak 
dengan  menggunakan  Formulir  Pendaftaran  dan  Perubahan  Data  Wajib  Pajak 
beserta persyaratannya. 
1.9.2.  Petugas  Tempat  Pelayanan  Terpadu  menerima  Formulir  Pendaftaran  dan 
Perubahan  Data  Wajib  Pajak  kemudian  meneliti  kelengkapan  persyaratannya. 
Dalam  hal  berkas  pencabutan  belum  lengkap,  berkas  pencabutan  dikembalikan 
kepada  Wajib  Pajak  untuk  dilengkapi.  Dalam  hal  berkas  pencabutan  sudah 
lengkap, Petugas  Tempat Pelayanan Terpadu  akan mencetak BPS dan  LPAD. BPS 
akan diserahkan  kepada Wajib Pajak  sedangkan  LPAD  akan digabungkan dengan 
berkas  pencabutan  kemudian  diteruskan  kepada  Seksi  Pemeriksaan  untuk 
diproses dalam SOP Pemeriksaan. 
1.9.3.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan menerima  dan merekam  Laporan  Hasil  Pemeriksaan, 
mencetak  Surat  Pencabutan  Surat  Pengukuhan  Pengusaha  Kena  Pajak  (SPPKP), 
dan selanjutnya diteruskan kepada Kepala Seksi Pelayanan untuk ditandatangani. 
1.9.4.  Kepala  Seksi  Pelayanan  menadatangani  Surat  Pencabutan  Surat  Pengukuhan 
Pengusaha  Kena  Pajak  (SPPKP)  kemudian mengembalikannya  kepada  Pelaksana 
Seksi Pelayanan. 
1.9.5.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak.  
1.9.6.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mengarsipkan  dan  menyerahkan  dokumen  kepada 
Wajib Pajak melalui Subbagian Umum (SOP Penyampaian Dokumen di KPP). 
1.9.7.  Proses selesai. 

         
C. Jangka Waktu Penyelesaian :
Paling lambat 12 bulan sejak diterimanya permohonan secara lengkap, kecuali pencabutan PKP dalam hal PKP pindah ke KPP lain.
Permohonan diselesaikan melalui proses pemeriksaan pajak.


Sumber: www.pajak.go.id
SOP DJP

Tata Cara Pemindahan PKP di KPP Baru

0 komentar


Prosedur operasi ini menguraikan tata cara penyelesaian permohonan pemindahan Pengusaha Kena Pajak yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak baru.

A. Dasar Hukum :
          Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-161/PJ./2001 tanggal 21 Februari 2001 tentang Jangka Waktu Pendaftaran dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.

B. Pihak yang Terkait :
1. Kepala Seksi Pelayanan
2. Pelaksana Seksi Pelayanan
3. Petugas Tempat Pelayanan Terpadu (TPT)
4. Wajib Pajak
5. Kantor Pelayanan Pajak lama

C. Formulir yang Digunakan :
1. Formulir Pendaftaran Wajib Pajak dan Perubahan Data Wajib Pajak
2. Surat Pindah
3. Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD)

D. Dokumen yang Dihasilkan :
1. Bukti Penerimaan Surat (BPS)
2. Surat Tugas Pembuktian Alamat Pengusaha Kena Pajak
3. Berita Acara Hasil Pembuktian Alamat
4. Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak
5. Surat Penolakan Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan Pengusaha Kena Pajak


E.  Tata Cara Pemindahan PKP di KPP Baru  

Dalam hal Surat Pernyataan Pindah diajukan melalui KPP Lama 
1.7.1.  Wajib  Pajak  mengajukan  berkas  permohonan  pemindahan Wajib  Pajak  dengan 
menggunakan  Formulir  Permohonan  Pendaftaran  dan  Perubahan  Data  Wajib 
Pajak beserta persyaratannya. 
1.7.2.  Petugas  Tempat  Pelayanan  Terpadu  menerima  Formulir  Pendaftaran  dan 
Perubahan  Data  Wajib  Pajak  kemudian  meneliti  kelengkapan  persyaratannya. 
Dalam  hal  berkas  permohonan  belum  lengkap,  dihimbau  kepada  Wajib  Pajak 
untuk  melengkapinya.  Dalam  hal  berkas  permohonan  sudah  lengkap,  Petugas 
Tempat  Pelayanan  Terpadu  akan mencetak  BPS  dan  LPAD.  BPS  akan  diserahkan 
kepada  Wajib  Pajak  sedangkan  LPAD  akan  digabungkan  dengan  berkas 
permohonan kemudian diteruskan kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.7.3.  Pelaksana Seksi Pelayanan merekam berkas permohonan Wajib Pajak. 
1.7.4.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mencetak  konsep  Surat  Tugas  Pembuktian  Alamat 
kemudian menyerahkannya kepada Kepala Seksi Pelayanan. 
1.7.5.  Kepala  Seksi  Pelayanan  menandatangani  Surat  Tugas  Pembuktian  Alamat, 
kemudian menyerahkannya kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.7.6.  Atas dasar Surat Tugas Pembuktian Alamat, Pelaksana Seksi Pelayanan melakukan 
penelitian lapangan kebenaran alamat Wajib Pajak. 
1.7.7.  Berdasarkan  hasil  penelitian  lapangan,  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mencetak 
konsep  Berita  Acara  Hasil  Pembuktian  Alamat.  Dalam  hal  alamat  Wajib  Pajak 
terbukti  benar  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  kemudian  mencetak  konsep  Surat 
Pengukuhan  Pengusaha  Kena  Pajak.  Jika  alamat  Pengusaha  Kena  Pajak  tidak 
benar, Pelaksana Seksi Pelayanan mencetak konsep Surat Penolakan Pendaftaran 
Wajib  Pajak  dan  Pelaporan  Pengusaha  Kena  Pajak.  Surat  Pengukuhan  PKP  atau 
konsep  Surat  Penolakan  Pendaftaran  Wajib  Pajak  dan  Pelaporan  PKP  dicetak 
rangkap dua : 
Lembar ke‐1   : untuk Wajib Pajak 
Lembar ke‐2   : untuk arsip  Kantor Pelayanan Pajak 
1.7.8.  Pelaksana Seksi Pelayanan menyampaikan konsep Berita Acara Hasil Pembuktian 
Alamat  dan  konsep  Surat  Pengukuhan  PKP  atau  konsep  Surat  Penolakan 
Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan PKP kepada Kepala Seksi Pelayanan. 
1.7.9.  Kepala  Seksi  Pelayanan menandatangani  Berita  Acara  Hasil  Pembuktian  Alamat, 
Surat  Pengukuhan  PKP  atau  Surat  Penolakan  Pendaftaran  Wajib  Pajak  dan 
Pelaporan PKP kemudian menyerahkannya kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.7.10.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak.  
1.7.11.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mengarsipkan  dan  menyerahkan  dokumen  kepada 
Wajib Pajak melalui  Subbagian Umum  (SOP  Tata Cara Penyampaian Dokumen di 
KPP).  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  juga  mengirim  faximili  dokumen  ke  Kantor 
Pelayanan Pajak lama. 
1.7.12.  Proses selesai. 

Dalam hal Surat Pernyataan Pindah diajukan melalui KPP Baru 
1.7.1.  Wajib  Pajak  mengajukan  berkas  permohonan  pemindahan Wajib  Pajak  dengan 
menggunakan  Formulir  Permohonan  Pendaftaran  dan  Perubahan  Data  Wajib 
Pajak beserta persyaratannya. 
1.7.2.  Petugas  Tempat  Pelayanan  Terpadu  menerima  Formulir  Pendaftaran  dan 
Perubahan  Data  Wajib  Pajak  kemudian  meneliti  kelengkapan  persyaratannya. 
Dalam  hal  berkas  permohonan  belum  lengkap,  dihimbau  kepada  Wajib  Pajak 
untuk  melengkapinya.  Dalam  hal  berkas  permohonan  sudah  lengkap,  Petugas 
Tempat  Pelayanan  Terpadu  akan mencetak  BPS  dan  LPAD.  BPS  akan  diserahkan 
kepada  Wajib  Pajak  sedangkan  LPAD  akan  digabungkan  dengan  berkas 
permohonan kemudian diteruskan kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.7.3.  Pelaksana Seksi Pelayanan merekam berkas permohonan Wajib Pajak. 
1.7.4.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mencetak  konsep  Surat  Pemberitahuan  Pernyataan 
Pindah kemudian menyerahkannya kepada Kepala Seksi Pelayanan. 
1.7.5.  Kepala Seksi Pelayanan menandatangani Surat Pemberitahuan Pernyataan Pindah 
kemudian menyerahkannya kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.7.6.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak.  
1.7.7.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mengarsipkan  dan  menyerahkan  dokumen  kepada 
Wajib Pajak melalui  Subbagian Umum  (SOP  Tata Cara Penyampaian Dokumen di 
KPP). Pelaksana  Seksi Pelayanan  juga mengirimkan  faximili  Surat Pemberitahuan 
Pernyataan Pindah ke Kantor Pelayanan Pajak lama. 
1.7.8.  Proses  selesai.  Faximili  Surat  Pemberitahuan  Pernyataan  Pindah  akan  diproses 
dalam SOP Pemindahan Pengusaha Kena Pajak di KPP Lama. 
1.7.9.  Proses selanjutnya akan dilakukan pada SOP Pemindahan Pengusaha Kena Pajak di 
KPP Lama. 
1.7.10.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dan  merekam  faximili  Surat  Pindah  dari 
Kantor Pelayanan Pajak. 
1.7.11.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mencetak  konsep  Surat  Tugas  Pembuktian  Alamat 
kemudian menyerahkannya kepada Kepala Seksi Pelayanan. 
1.7.12.  Kepala  Seksi  Pelayanan  menandatangani  Surat  Tugas  Pembuktian  Alamat, 
kemudian menyerahkannya kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.7.13.  Atas dasar Surat Tugas Pembuktian Alamat, Pelaksana Seksi Pelayanan Surat Tugas 
Pembuktian  Alamat  melakukan  penelitian  lapangan  kebenaran  alamat  Wajib 
Pajak. 
1.7.14.  Berdasarkan  hasil  penelitian  lapangan,  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mencetak 
konsep  Berita  Acara  Hasil  pembuktian  Alamat.  Dalam  hal  alamat  Wajib  Pajak 
terbukti  benar  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  kemudian  mencetak  konsep  Surat 
Pengukuhan PKP.  Jika alamat Pengusaha Kena Pajak  tidak benar, Pelaksana Seksi 
Pelayanan  mencetak  konsep  Surat  Penolakan  Pendaftaran  Wajib  Pajak  dan 
Pelaporan  Pengusaha  Kena  Pajak.  Surat  Pengukuhan  PKP  atau  Surat  Penolakan 
Pendaftaran Wajib Pajak dan Pelaporan PKP dicetak rangkap dua : 
Lembar ke‐1   : untuk Wajib Pajak 
Lembar ke‐2   : untuk arsip  Kantor Pelayanan Pajak 
1.7.15.  Pelaksana Seksi Pelayanan menyampaikan konsep Berita Acara Hasil Pembuktian 
Alamat  dan  konsep  Surat  Pengukuhan  Pengusaha  Kena  Pajak  atau  konsep  Surat 
Penolakan  Pendaftaran  Wajib  Pajak  dan  Pelaporan  PKP  kepada  Kepala  Seksi 
Pelayanan. 
1.7.16.  Kepala  Seksi  Pelayanan menandatangani  Berita  Acara  Hasil  Pembuktian  Alamat, 
Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak atau Surat Penolakan Pendaftaran Wajib 
Pajak  dan  Pelaporan  PKP  kemudian  menyerahkannya  kepada  Pelaksana  Seksi 
Pelayanan. 
1.7.17.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak.  
1.7.18.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mengarsipkan  dan  menyerahkan  dokumen  kepada 
Wajib Pajak melalui  Subbagian Umum  (SOP  Tata Cara Penyampaian Dokumen di 
KPP).  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  juga  mengirim  faximili  dokumen  ke  Kantor 
Pelayanan Pajak lama. 
1.7.19.  Proses selesai. 

Sumber: www.pajak.go.id
SOP DJP

Tata Cara Penyelesaian Pemindahan Wajib Pajak di KPP Baru

1 komentar



Prosedur operasi ini menguraikan tata cara penyelesaian permohonan pemindahan Wajib Pajak yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak baru. Pemindahan Wajib Pajak adalah tindakan memindahkan administrasi perpajakan Wajib Pajak dari tata usaha Kantor Pelayanan Pajak lama ke tata usaha Kantor Pelayanan Pajak baru, karena alasan pindah tempat tinggal atau tempat kedudukan dan/atau tempat kegiatan usaha atau perubahan status perusahaan.

A. Dasar Hukum : 

          Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-161/PJ./2001 tanggal 21 Februari 2001 tentang Jangka Waktu Pendaftaran dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak

B. Pihak yang Terkait :
1. Kepala Seksi Pelayanan
2. Petugas Tempat Pelayanan Terpadu (TPT)
3. Pelaksana Seksi Pelayanan
4. Wajib Pajak
5. Kantor Pelayanan Pajak lama

C. Formulir yang Digunakan :

1. 
Formulir Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak

2. Surat Pindah
3. Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD)

D. Dokumen yang Dihasilkan :
1. Bukti Penerimaan Surat (BPS)
2. Kartu NPWP
3. Surat Keterangan Terdaftar (SKT)
4. Surat Pemberitahuan Pernyataan Pindah

E. Tata Cara Penyelesaian Pemindahan Wajib Pajak di KPP Baru  

Dalam hal Surat Pernyataan Pindah diajukan melalui Kantor Pelayanan Pajak Lama 
1.6.1.  Wajib  Pajak  mengajukan  berkas  permohonan  pemindahan Wajib  Pajak  dengan 
menggunakan  Formulir  Permohonan  Pendaftaran  dan  Perubahan  Data  Wajib 
Pajak beserta persyaratannya. 
1.6.2.  Petugas  Tempat  Pelayanan  Terpadu  menerima  Formulir  Pendaftaran  dan 
Perubahan  Data  Wajib  Pajak  kemudian  meneliti  kelengkapan  persyaratannya. 
Dalam  hal  berkas  permohonan  belum  lengkap,  dihimbau  kepada  Wajib  Pajak 
untuk  melengkapinya.  Dalam  hal  berkas  permohonan  sudah  lengkap,  Petugas 
Tempat  Pelayanan  Terpadu  akan mencetak  BPS  dan  LPAD.  BPS  akan  diserahkan 
kepada  Wajib  Pajak  sedangkan  LPAD  akan  digabungkan  dengan  berkas 
permohonan kemudian diteruskan kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.6.3.  Pelaksana Seksi Pelayanan merekam berkas permohonan Wajib Pajak. 
1.6.4.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mencetak  konsep  Kartu  NPWP  dan  SKT  kemudian 
menyerahkannya kepada Kepala Seksi Pelayanan. Kartu NPWP dan SKT ini dicetak 
rangkap dua: 
Lembar ke‐1   : untuk Wajib Pajak 
Lembar ke‐2   : untuk arsip Kantor Pelayanan Pajak 
1.6.5.  Kepala  Seksi  Pelayanan  menandatangani  Kartu  NPWP  dan  SKT  kemudian 
menyerahkannya kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.6.6.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak.  
1.6.7.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mengarsipkan  dan  menyerahkan  dokumen  kepada 
Wajib Pajak melalui  Subbagian Umum  (SOP  Tata Cara Penyampaian Dokumen di 
KPP).  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  juga  mengirim  faximili  dokumen  ke  Kantor 
Pelayanan Pajak lama. 
1.6.8.  Proses selesai. 

Dalam hal Surat Pernyataan Pindah diajukan melalui Kantor Pelayanan Pajak Baru 
1.6.1.  Wajib  Pajak  mengajukan  berkas  permohonan  pemindahan Wajib  Pajak  dengan 
menggunakan  Formulir  Permohonan  Pendaftaran  dan  Perubahan  Data  Wajib 
Pajak beserta persyaratannya. 
1.6.2.  Petugas  Tempat  Pelayanan  Terpadu  menerima  Formulir  Pendaftaran  dan 
Perubahan  Data Wajib  Pajak  kemudian meneliti  kelengkapan.  Dalam  hal  berkas 
permohonan belum  lengkap, dihimbau kepada Wajib Pajak untuk melengkapinya. 
Dalam hal berkas permohonan sudah lengkap, Petugas Tempat Pelayanan Terpadu 
akan  mencetak  BPS   dan  LPAD.  BPS  akan  diserahkan  kepada  Wajib  Pajak 
sedangkan  LPAD  akan  digabungkan  dengan  berkas  permohonan  kemudian 
diteruskan kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.6.3.  Pelaksana Seksi Pelayanan merekam berkas permohonan Wajib Pajak. 
1.6.4.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mencetak  konsep  Surat  Pemberitahuan  Pernyataan 
Pindah kemudian diserahkan kepada Kepala Seksi Pelayanan. 
1.6.5.  Kepala Seksi Pelayanan menandatangani Surat Pemberitahuan Pernyataan Pindah 
kemudian menyerahkannya kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.6.6.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak. 
1.6.7.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mengarsipkan  dan  menyerahkan  dokumen  kepada 
Wajib Pajak melalui  Subbagian Umum  (SOP  Tata Cara Penyampaian Dokumen di 
KPP). Pelaksana  Seksi Pelayanan  juga mengirimkan  faximili  Surat Pemberitahuan 
Pernyataan Pindah ke Kantor Pelayanan Pajak lama. 
1.6.8.  Proses selesai. Faximili Surat Pemberitahuan Pernyataan Pindah  ini akan diproses 
dalam SOP Pemindahan Wajib Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Lama. 
1.6.9.  Proses  selanjutnya  akan  dilakukan  pada  SOP  Pemindahan Wajib  Pajak  di  Kantor 
Pelayanan Pajak Lama. 
1.6.10.  Pelaksana Seksi Pelayanan menerima dan merekam faximili Surat Pindah. 
1.6.11.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mencetak  konsep  Kartu  NPWP  dan  SKT  kemudian 
menyerahkannya kepada Kepala Seksi Pelayanan. Kartu NPWP dan SKT ini dicetak 
rangkap dua : 
Lembar ke‐1   : untuk Wajib Pajak 
Lembar ke‐2   : untuk arsip Kantor Pelayanan Pajak 
1.6.12.  Kepala  Seksi  Pelayanan  menandatangani  Kartu  NPWP  dan  SKT   kemudian 
menyerahkan kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.6.13.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak . 
1.6.14.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mengarsipkan  dan  menyerahkan  dokumen  kepada 
Wajib Pajak melalui  Subbagian Umum  (SOP  Tata Cara Penyampaian Dokumen di 
KPP). 
1.6.15.  Proses selesai. 

Sumber: www.pajak.go.id
SOP DJP

Tata Cara Penyelesaian Pemindahan PKP di KPP Lama

0 komentar



Prosedur operasi ini menguraikan tata cara penyelesaian permohonan pemindahan Pengusaha Kena Pajak (PKP)  yang dilakukan di Kantor Pelayanan Pajak lama.









A. Dasar Hukum :














          Keputusan Direktur Jenderal Pajak Nomor KEP-161/PJ./2001 tanggal 21 Februari 2001 tentang Jangka Waktu Pendaftaran dan Pelaporan Kegiatan Usaha, Tata Cara Pendaftaran dan Penghapusan Nomor Pokok Wajib Pajak, serta Pengukuhan dan Pencabutan Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak



B.      Syarat pindah KPP  
1. Hutang Pajak harus dilunasi dahulu ( cek ke seksi penagihan ).
2. Isi Form Perubahan Data WP 
3. Kartu NPWP Asli harus diserahkan.

Sesudah semua itu dipenuhi paling lambat 1 hari maka berkas kita akan diproses yang akan menghasilan surat pindah domisili.
Selanjutnya Surat Keterangan Domisili masih diminta... karena untuk mengetahui secara pasti WP pindah kemana. terus biasanya dilampiri fotocopy SPT Masa (All taxes) 3 bulan terakhir & Foto Copy KTP Pengurus

C.      Pihak yang Terkait :
1.       Kepala Seksi Pelayanan
2.       Pelaksana Seksi Pelayanan
3.       Petugas Tempat Pelayanan Terpadu (TPT)
4.       Wajib Pajak
5.       Kantor Pelayanan Pajak baru

D.       Formulir yang Digunakan :
1.       Formulir Permohonan Pendaftaran dan Perubahan Data Wajib Pajak
2.       Surat Pemberitahuan Pernyataan Pindah
3.       Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak (dari KPP Baru)
4.       Lembar Pengawasan Arus Dokumen (LPAD)

E.       Dokumen yang Dihasilkan :
1.       Bukti Penerimaan Surat (BPS)
2.       Surat Pindah
3.       Surat Pencabutan Surat Keterangan Terdaftar











F. Tata Cara Penyelesaian Pemindahan PKP di KPP Lama 

Dalam hal Surat Pernyataan Pindah diajukan melalui Kantor Pelayanan Pajak Lama 
1.5.1.  Wajib  Pajak  mengajukan  berkas  permohonan  pemindahan Wajib  Pajak  dengan 
menggunakan  Formulir  Permohonan  Pendaftaran  dan  Perubahan  Data  Wajib 
Pajak beserta persyaratannya. 
1.5.2.  Petugas  Tempat  Pelayanan  Terpadu  menerima  Formulir  Pendaftaran  dan 
Perubahan  Data  Wajib  Pajak  kemudian  meneliti  kelengkapan  persyaratannya. 
Dalam  hal  berkas  permohonan  belum  lengkap,  dihimbau  kepada  Wajib  Pajak 
untuk  melengkapinya.  Dalam  hal  berkas  permohonan  sudah  lengkap,  Petugas 
Tempat  Pelayanan  Terpadu  akan mencetak  BPS  dan  LPAD.  BPS  akan  diserahkan 
kepada  Wajib  Pajak  sedangkan  LPAD  akan  digabungkan  dengan  berkas 
permohonan  kemudian  diteruskan  kepada  Penata  Usaha  Tempat  Pelayanan 
Terpadu dan Penerbitan Produk Hukum. 
1.5.3.  Pelaksana Seksi Pelayanan merekam berkas permohonan Wajib Pajak. 
1.5.4.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mencetak  konsep  Surat  Pindah  kemudian 
menyerahkannya kepada Kepala Seksi Pelayanan. Surat Pindah ini dicetak rangkap 
dua : 
Lembar ke‐1   : untuk Wajib Pajak 
Lembar ke‐2   : untuk arsip Kantor Pelayanan Pajak 
1.5.5.  Kepala Seksi Pelayanan menandatangani Surat Pindah kemudian menyerahkannya 
kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.5.6.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak.  
1.5.7.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mengarsipkan  dan  menyerahkan  dokumen  kepada 
Wajib Pajak melalui  Subbagian Umum  (SOP  Tata Cara Penyampaian Dokumen di 
KPP). 
1.5.8.  Proses selesai. Wajib Pajak akan menyerahkan Surat Pindah ke Kantor Pelayanan 
Pajak baru. 
1.5.9.  Proses selanjutnya akan dilakukan pada SOP Tata Cara Penyelesaian Pemindahan 
Pengusaha Kena Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Baru. 
1.5.10.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dan  merekam  faximili  Surat  Pengukuhan 
Pengusaha Kena Pajak. 
1.5.11.  Pelaksana Seksi Pelayanan  mencetak konsep Surat Pencabutan Surat Pengukuhan 
Pengusaha  Kena  Pajak  kemudian  menyerahkannyan  kepada  Kepala  Seksi 
Pelayanan.  Surat  Pencabutan  Surat  Pengukuhan  Pengusaha  Kena  Pajak  dicetak 
dalam rangkap dua : 
Lembar ke‐1   : untuk Wajib Pajak 
Lembar ke‐2   : untuk arsip Kantor Pelayanan Pajak   
1.5.12.  Kepala  Seksi  Pelayanan  menandatangani  Surat  Pencabutan  Surat  Pengukuhan 
Pengusaha Kena Pajak. 
1.5.13.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak.  
1.5.14.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan mengarsipkan  dan menyerahkan  dokumen  yang  akan 
diserahkan ke Wajib Pajak melalui Subbagian Umum (SOP Tata Cara Penyampaian 
Dokumen  di  KPP).  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  juga  akan mengirim  berkas Wajib 
Pajak dan  Surat Pencabutan  Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak  ke Kantor 
Pelayanan  Pajak  baru  melalui  Subbagian  Umum  (SOP  Tata  Cara  Penyampaian 
Dokumen di KPP). 
1.5.15.  Proses selesai. 


Dalam hal Surat Pernyataan Pindah diajukan melalui Kantor Pelayanan Pajak Baru 
1.5.1.  Petugas  Tempat  Pelayanan  Terpadu  menerima  faximili  Surat  Pemberitahuan 
Pernyataan Pindah dari Kantor Pelayanan Pajak baru, mencetak Bukti Penerimaan 
Surat  dan  Lembar  Pengawasan  Arus  Dokumen  kemudian  meneruskannya  ke 
Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.5.2.  Pelaksana Seksi Pelayanan merekam Surat Pemberitahuan Pernyataan Pindah. 
1.5.3.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  mencetak  konsep  Surat  Pindah  kemudian 
menyerahkannya kepada Kepala Seksi Pelayanan. Surat Pindah ini dicetak rangkap 
dua : 
Lembar ke‐1   : untuk Wajib Pajak 
Lembar ke‐2   : untuk arsip Kantor Pelayanan Pajak  
1.5.4.  Kepala Seksi Pelayanan menandatangani Surat Pindah kemudian menyerahkannya 
kepada Pelaksana Seksi Pelayanan. 
1.5.5.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak.  
1.5.6.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan mengarsipkan  dan menyerahkan  dokumen  yang  akan 
diserahkan ke Wajib Pajak melalui Subbagian Umum (SOP Tata Cara Penyampaian 
Dokumen  di  KPP).  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  juga  harus mengirim  faximili  Surat 
Pindah ke Kantor Pelayanan Pajak baru. 
1.5.7.  Proses  selesai.  Faximili  Surat  Pindah  akan  diproses  dalam  SOP  Pemindahan 
Pengusaha Kena Pajak di Kantor Pelayanan Pajak Baru. 
1.5.8.  Proses selanjutnya akan dilakukan pada SOP Pemindahan Pengusaha Kena Pajak di 
Kantor Pelayanan Pajak Baru. 
1.5.9.  Pelaksana Seksi Pelayanan menerima  faximili Surat Pengukuhan Pengusaha Kena 
Pajak  dari  Kantor  Pelayanan  Pajak  baru  kemudian  mencetak  Surat  Pencabutan 
Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak.  
1.5.10.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menyerahkan  konsep  Surat  Pencabutan  Surat 
Pengukuhan  Pengusaha  Kena  Pajak  kepada  Kepala  Seksi  Pelayanan.  Surat 
Pencabutan Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak ini dicetak rangkap dua : 
1.5.11.  Lembar ke‐1   : untuk Wajib Pajak 
1.5.12.  Lembar ke‐2   : untuk arsip Kantor Pelayanan Pajak 
1.5.13.  Kepala  Seksi  Pelayanan  menandatangani  Surat  Pencabutan  Surat  Pengukuhan 
Pengusaha  Kena  Pajak  kemudian  menyerahkannya  kepada  Pelaksana  Seksi 
Pelayanan. 
1.5.14.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  menerima  dokumen  yang  telah  ditandatangani, 
memberi nomor, memberi stempel kantor, memisahkan dokumen untuk arsip dan 
dokumen yang akan diserahkan kepada Wajib Pajak.  
1.5.15.  Pelaksana  Seksi  Pelayanan mengarsipkan  dan menyerahkan  dokumen  yang  akan 
diserahkan ke Wajib Pajak melalui Subbagian Umum (SOP Tata Cara Penyampaian 
Dokumen  di  KPP).  Pelaksana  Seksi  Pelayanan  juga  akan mengirim  berkas Wajib 
Pajak dan  Surat Pencabutan  Surat Pengukuhan Pengusaha Kena Pajak  ke Kantor 
Pelayanan  Pajak  baru  melalui  Subbagian  Umum  (SOP  Tata  Cara  Penyampaian 
Dokumen di KPP). 
1.5.16.  Proses selesai.

Sumber: www.pajak.go.id
SOP DJP